Semarak Milangkala Tatar Sunda di Keraton Kasepuhan Cirebon Berlangsung Khidmat
Keraton Kasepuhan Cirebon menjadi saksi berlangsungnya perhelatan budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar penuh khidmat dan sarat makna. Acara tersebut dihadiri oleh Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin bersama Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, serta sejumlah tokoh masyarakat, budayawan, ulama, dan masyarakat dari berbagai daerah di Tatar Sunda.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen untuk menjaga warisan budaya Sunda agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Nuansa adat dan tradisi terasa kental sepanjang acara, mulai dari prosesi penyambutan, pertunjukan seni budaya, hingga doa bersama yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, para tokoh yang hadir menekankan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keislaman. Budaya dipandang sebagai warisan luhur yang perlu dijaga, sementara tauhid tetap menjadi pondasi utama dalam kehidupan masyarakat.
“Adat dijaga, syariat dimuliakan, tauhid ditegakkan,” menjadi pesan yang menguat dalam kegiatan tersebut. Nilai itu mencerminkan harmonisasi antara tradisi, akhlak, dan spiritualitas yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda.
Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Keraton Kasepuhan dalam menjaga dan merawat kebudayaan Sunda sebagai identitas daerah. Menurut KDM, budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber nilai, karakter, dan jati diri masyarakat Sunda yang harus diwariskan kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.
Sementara itu, Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin menegaskan bahwa keraton memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat ukhuwah dan nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta menjadikan budaya sebagai sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat akhlak generasi penerus.
Milangkala Tatar Sunda diharapkan menjadi ruang kebersamaan yang mampu memperkuat persatuan masyarakat Jawa Barat, khususnya di Cirebon dan tanah Sunda secara luas. Semangat menjaga adat, memuliakan syariat, dan menegakkan tauhid diharapkan terus menjadi pijakan dalam merawat peradaban yang harmonis dan penuh keberkahan.
Di penghujung kegiatan, Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin turut mendoakan agar kebersamaan yang terjalin dalam Milangkala Tatar Sunda membawa keberkahan, kedamaian, serta kemajuan bagi masyarakat Cirebon, Jawa Barat, dan seluruh tanah Sunda.



